Aplikasi komputer PE 13 A
aplikom
Senin, 17 November 2014
Kamis, 06 November 2014
Ribut Harga BBM Naik, Inflasi Oktober Diprediksi 0,4%
Heboh rencana kenaikan harga bahan
bakar minyak (BBM) subsidi memicu terjadinya ekspektasi inflasi di Oktober
2014. Sehingga pergerakan inflasi pada bulan kesepuluh ini diperkirakan lebih
tinggi dibanding September lalu.
Direktur
sekaligus Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef),
Enny Sri Hartati memproyeksikan inflasi Oktober tahun ini di kisaran 0,3 persen
sampai 0,4 persen.
"Inflasi
Oktober 2014 sekira 0,3 persen sampai 0,4 persen. Angkanya lebih tinggi dari
realisasi inflasi September 2014 sebesar 0,27 persen," Penyebabnya,
dijelaskan, karena ada ekspektasi inflasi dari isu kenaikan harga BBM subsidi.
Para pedagang, sambungnya langsung menaikkan harga bahan pangan termasuk
sembako karena kekhawatiran penyesuaian harga BBM subsidi.
"Di
Oktober ini, sudah mulai ribut dengan kenaikan harga BBM subsidi, sehingga
memicu ekspektasi inflasi. Harga-harga naik menyusul penyesuaian tarif dasar
listrik dan harga elpiji 12 kilogram yang lebih dulu dilakukan," tutur
dia.
Diakuinya,
penyumbang inflasi lainnya terkait kurangnya stok dan tersendatnya distribusi
bahan pangan karena gangguan, seperti kekeringan, lumbung pangan daerah
Sinabung Sumatera Utara dilanda bencana sehingga harus gagal panen.
Senada, Kepala
Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto menganggap inflasi
Oktober 2014 lebih banyak dikontribusi dari penyesuaian harga komoditas bahan
pokok akibat isu kenaikan harga BBM.
"Tekanan
inflasinya karena shortage beras dan adjustment pricing beberapa komoditas
pokok karena isu kenaikan harga BBM subsidi, serta karena inflasi impor di
tengah depresiasi rupiah," tegasnya.
Dengan melihat
alasan tersebut, estimasi terhadap inflasi Oktober 2014 hampir sama dengan
proyeksi Indef. "Inflasi month to month (MoM) 0,37 persen dan inflasi inti
tahunan 4,22 persen. Sedangkan inflasi tahunannya 4,75 persen,"
Senin, 03 November 2014
CIRCULAR FLOW
perekonomian 3 sektor. Perekonomian 3 sektor adalah perekonomian yang
terdiri dari sector-sektor rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah. Dengan
demikian, dalam menganalisis perekonomian 3 sektor, pada hakikatnya akan diperhatikan
peranan dan pengaruh pemerintah keatas kegiatan dalam suatu perekonomian.

. Campur
tangan pemerintah dalam perekonomian menimbulkan dua perubahan penting dalam
proses penentuan keseimbangan pendapatan nasional, yaitu :
1.
Pungutan
pajak yang dilakukan pemerintah akan mengurangi pengeluaran agregat melalui
pengurangan keatas konsumsi rumah tangga.
2.
Pajak
memungkinkan pemerintah melakukan perbelanjaan dan ini akan menaikkan
perbelanjaan agregat.
Perubahan ini penting pengaruhnya
kepada penentuan keseimbangan pendapatan
nasional. Dalam perekonomian 3 sektor, kegiatan perdagangan luar negeri masih
diabaikan.
Dalam menganalisis perekonomian tiga sektor masih tetap dimisalkan kegiatan
ekspor dan impor tidak dilakukan. Ini berarti analisis yang dibuat masih
memisalkan bahwa barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan tidak dijual ke
luar negeri dan masyarakat atau perusahaan tidak membeli dan menggunakan
barang-barang yang diimpor. Disebabkan oleh ketiadaan perdagangan luar negeri
maka perekonomian tigasektor dinamakan juga perekonomian tertutup. Analisis keseimbangan dalam pendapatan nasional
perekonomian tiga sektor bertujuan untuk menunjukkan penentuan pendapatan
nasional dalam perekonomian dimana terdapat pemerintah. Untuk memahami analisis
tersebut dengan baik perlulah terlebih dahulu disadari pola aliran
pendapatan dan pengeluaran yang
berlaku dalam perekonomian tersebut dan
selanjutnya dari gambaran tersebut ditunjukkan syarat keseimbangan pendapatan
nasional dan perekonomian tiga sektor. Campur tangan pemerintah dalam
perekonomian menimbulkan tiga jenis aliran baru dalan sirkulasi aliran
pendapatan. Ketiga jenis aliran tersebut dalah :
1.
Pembayaran
pajak oleh rumah tangga perusahaan kepada pemerintah.
3.
Aliran
pendapatan dari sektor pemerintah ke sektor rumah tangga.
Langganan:
Komentar (Atom)
